Banner besar dampak YouTube

Dampak
ekonomi pada tahun 2025

Menjelajahi dampak ekonomi YouTube di Indonesia pada tahun 2025

Tempat para kreator menggerakkan perekonomian secara luas

Di Indonesia, ide kreatif telah bertransformasi menjadi profesi utama yang berkelanjutan. Banyak kreator YouTube berkembang dari pengelola kanal pribadi menjadi pelaku UMKM yang mampu membuka lapangan kerja dan menggerakkan roda ekonomi. Dampak ekosistem ini pun meluas ke luar platform; berbagai studio, pemasok, hingga penyedia layanan lokal di seluruh negeri ikut bertumbuh subur.

Unduh laporan lengkapnya

Ringkasan klaim

Rp8,4T
PDB

Ekosistem kreatif YouTube berkontribusi lebih dari Rp8,4 triliun terhadap PDB Indonesia pada tahun 2025.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Oxford Economics

190rb
FTE

Ekosistem kreatif YouTube mendukung lebih dari 190.000 lapangan kerja setara penuh waktu (FTE) di Indonesia pada tahun 2025.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Oxford Economics

Ketika kreator berkembang, perekonomian lokal pun bertumbuh

Salah satu bukti nyatanya adalah kanal BaLiTa (didirikan oleh Yon Tanto dan Chitra Astriana) yang jumlah tim tetapnya melonjak lebih dari 4 kali lipat. Ekspansi ini membuka peluang kerja luas bagi studio animasi serta kru kamera lokal, sekaligus menghidupkan perputaran ekonomi dengan menopang mata pencaharian puluhan orang.

Kesuksesan BaLiTa pun kini mendunia, mereka bahkan sukses berkolaborasi dengan kreator global sekelas PinkFong dan Yogapalooza with Bari Koral, menjangkau penonton setia dari Korea Selatan hingga Amerika Serikat.

1

81% kreator yang memperoleh pendapatan dari YouTube menyatakan bahwa platform ini membantu konten mereka menjangkau audiens internasional yang sebelumnya sulit mereka akses.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Oxford Economics

1

75% dari usaha kecil dan menengah (UKM) yang memiliki channel YouTube menyatakan bahwa channel mereka dapat menjangkau pasar internasional.

Adalah alat yang efektif untuk meningkatkan penjualan internasional.*

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Oxford Economics

Dari channel konten hingga bisnis lokal yang berkelanjutan

Mencari sumber penghasilan di YouTube saat ini tidak lagi terpaku pada satu jalur konvensional. Kreator Indonesia makin jeli mengkombinasikan berbagai peluang pendapatan demi membangun ekosistem finansial yang stabil dan menjanjikan. Mereka mampu mengubah basis penonton setia menjadi roda bisnis yang matang, lengkap dengan manajemen tim yang solid, perencanaan strategis, hingga daya tahan industri jangka panjang.

Podcast "Keluarga Artis" oleh Mario Caesar dan Niky Putra menjadi bukti nyatanya. Lewat YouTube, mereka sukses merangkul ratusan ribu subscribers dan mengantarkan grup musiknya, NPD, langsung menembus tangga lagu populer lewat jalur mandiri. Model bisnis independen ini terbukti ampuh mempercepat pengembangan kekayaan intelektual (IP) mereka, sekaligus membuka lebar pintu kolaborasi dengan berbagai brand.

1

79% kreator mengatakan bahwa YouTube memberikan kesempatan untuk membuat konten dan menghasilkan uang yang tidak akan mereka dapatkan dari media tradisional.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Oxford Economics

1

Jumlah saluran YouTube yang menghasilkan pendapatan sebesar 10 digit atau lebih (dalam IDR) meningkat lebih dari 25% secara tahunan.

Data pihak pertama YouTube, Global, 2022–2025